kemiskinan : sedikit telaah aja

19 Oktober 2008 at 11:16 pm (opini, tangerang) (, , , )

mau ikut-ikutan donny yang menulis tentang parade kemiskinan di blognya sendiri. soalnya dah lama ga bikin tulisan, so… masih males nyari ide sendiri nih. tenang aja, sudut pandang yang digunakan beda kok. menarik atau tidaknya silakan putuskan sendiri setelah membaca ya… :peace:

here we go…. :hipnotis

klik di sini untuk baca kelanjutannya

Permalink 2 Komentar

balik lagi n permohonan bantuan

16 Oktober 2008 at 6:33 am (tangerang) (, , )

hm… berapa bulan ya saya ga nulis bahkan tidak menyentuh blog ini. alasannya? sangat banyak, yang paling utama adalah malas :D

adakah yang kecewa? semoga tidak, toh isi blog saya tidak sehebat tulisan orang-orang yang sudah malang melintang di dunia penulisan. tema-tema tulisan-tulisan saya pun mungkin sudah dibahas oleh yang lain, jadi pastinya tidak ada yang kehilangan info atau pemikiran kan? :D

udah cukup ah perendahan dirinya :P

klik di sini untuk membaca kelanjutannya

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ketika tak ada listrik

9 Maret 2008 at 5:42 pm (puisi, tangerang)

Tarian api di atas lilin menjadi hiburan di kala malam
Menemani kicauan ibu-ibu yang sedang melanjutkan rumpiannya
Suara canda anak-anak kecil yang berlarian di jalan menambah riang suasana
Suara obrolan bapak-bapak mengenai pekerjaannya menjadi melodi yang meriah
Suara para pedagang menambah simfoni alam yang kian merdu
Sepenggal episode malam terekam oleh ku

Terbayang oleh ku sebuah adegan nan indah
Gerak lintasan obor yang memanjang di kala sore
Diiringi celotehan anak-anak yang hendak ke surau
Ditemani kicauan burung-burung yang pulang ke sarangnya
Suara jangkrik dan katak memenuhi komposer alam kala itu
Gemericik air sungai ditimpali dendang dedaunan menambah melodi menjadi indah
Kesunyian malam menjadi jeda yang menjadikan alunan musik itu kian dramatis

Lamunanku terbuyarkan seiring dengan gemerlap lampu
Rumpian pun terhenti seketika
Obrolan pun menjadi bisu
Teriakan-teriakan menjadi senyap
Tarian api pun terdiam seketika
Hanya para para pedagang yang tetap setia menjajakan dagangannya
Adegan pun berganti menjadi aktivitas individualis
Kini suara-suara keluar dari kotak televisi
Yang ditingkahi oleh speaker tape
Pertanda listrik telah mengalir di rumahku

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Indahnya Tengah Malam

9 Maret 2008 at 5:33 pm (puisi, tangerang)

Nak, lihatlah!
kini sang dewi sedang memperlihatkan wajahnya
ditemani cerianya gemintang yang berkelap-kelip
menambah kemegahan langit yang luas
memperindah ketenangan yang menenteramkan
lihatlah dengan hati mu, mereka sedang tersenyum kepada mu

Nak, rasakanlah!
semilir angin yang kini menjadi sejuk
menggantikan suasana siang yang penuh kepenatan
anugerah dari Sang Maha Pengasih
yang tahu batas-batas makhlukNya

Resapilah keindahannya!
di sana, kelap-kelip lampu gedung-gedung tinggi berpadu dengan tarian lampu lalu lintas
nyanyian hewan malam dan gemerisik dedaunan menambah komposisi irama alam
terasakah olehmu keasriannya?

Nak, berbahagialah
Hanya sedikit orang yang bisa merasakannya
Umumnya mereka terlalu lelah untuk menikmati kemegahan ini
Kebanyakan dari mereka terlalu sibuk untuk memperhatikan keasrian ini
Keakuan mereka telah mempersempit ruang lihatnya

Seandainya mereka tahu,
sungguh mereka tidak akan melewatkan keindahan di tengah malam ini
karena sebenarnya ada misteri yang dapat mereka pecahkan
sebuah kekuatan yang dapat menjadikan siang mereka lebih berarti

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.